Jumat, 10 April 2020
Bangun
Senin, 18 Maret 2019
Nafasku
Selasa, 05 Juni 2018
My New Life is Become Ny. Juari
Rabu, 29 November 2017
Semuanya
Kebahagiaan yang hakiki berasal dari hasil mencintai Allah dengan tulus. Tidak ada yang pantas dicintai selain Allah, karena cinta adalah milik Allah. Siapa pun dan apa pun yang kamu cintai akan memberikan kebahagiaan yang hakiki melalui cinta Allah.
Percayalah, kebahagiaanmu selalu berasal dari ridha-Nya. Semua kebahagiaan yang kamu rasakan adalah hasil dari permohonanmu pada Allah dalam doa atau permohonan orang tuamu pada Allah untukmu.
Semuanya atas restu Allah.
Sedihmu dan bahagiamu, itu karena Allah.
Sadarilah, bahwa Allah pemilik semua yang kamu miliki, pengatur jalan hidupmu, pengabul semua doamu.
Sebab itu, syukurilah hidupmu apa pun itu.
Anonim 😊
Jumat, 01 September 2017
Punggung Rasa
“Boleh aku bercerita?” setelah berbincang hebat dengan seorang Bos di perusahaan tempatku bekerja. Ngalor-bgidul gak ada tujuan kalo kata orang tua. Ku Tarik tangan rekan kerjaku dan menatapnya penuh harap. “Sok monggo atuh!” jawaban yang selalu terucap ketika aku menginginkan sesuatu darinya. Jawaban yang semakin membuatku menggebu-gebu untuk segera cepat menumpahkan segala yang ku pendam tanpa berpikir panjang walaupun sangat bersifat RAHASIA.
“Teh, ada yang aneh sama hati ini, kayaknya hatiku belum mati Teh.” Tanpa ada jeda sedikitpun untuk Teteh memotong pembicaraanku.
Teteh hanya diam dan menatapku lekat-lekat, memegang dahiku dan meraba pergelangan tanganku mngukur suhu tubuh dan menghitung denyut nadiku. Aku merasa dipermainkan “Aduh teteh, ini kenapa?” solotku merasa tak dipedulikan. “Ih kamu mah aneh-aneh aja Neng. Mana ada tubuh hidup tapi hatinya mati.” Ha ha ha lagi-lagi humornya muncul disaat yang kurang tepat.
“Teh, aku udah move on Teh. Ada sosok baru Teh, padahal Cuma punggungnya yang ku lihat dan pemuda itu tak kukenal.” Aku menyambung curahan perasaanku. “Yakin kamu Neng, kok bisa.” Teteh tercengang. Hemmm, aku terus bercerita. Cerita yang membuat aku merasa terbang, terbang gak jelas dalam perasaan yang tak pernah terpikirkan oleh siapapun. “kapan lihatnya? di mana? Lagi ngapain? Ganteng gak? tinggi gak?” Mulailah teteh mengeluarkan bajibun pertanyaan, bingung harus jawab yang mana dulu. Simpel ajah kali ya jawabnya.
Jujur, sebenarnya mata ini melihatnya satu tahun yang lalu. Saat itu aku tidak ingin meneruskan perasaan yang kuanggap hanya singgah sebentar lalu akan pergi begitu saja. Aku pun mengubur rasa dalam-dalam tanpa pernah menyiramnya apa lagi memupuknya. Aku takut rasa itu tumbuh dan berkembang menjadi rasa terlarang yang bersemayam di hati yang penuh luka ini. Tapi entah kenapa, rasa itu hadir dan entah kapan akan pergi lagi. “Di halaman kantor kita Teh, waktu meeting bahas pembukaan cabang baru. Akhir-akhir ini, aku kepikiran terus Teh, terus lebih sering lihat punggung yang sama persis dengan yang aku lihat satu tahun lalu”.
Kami hening, tanpa suara dan malah mulai asik dengan hanpone masing-masing. Kuotak-atik akun fb dan WA, terasa desiran darah mengalir begitu cepat diiringi gendering jantung yang berdegup. Mataku terbelalak lebar sampai mulutku ingin berteriak. “Loh kok, dia dekat ama Bos ya Teh? Liat Teh, punggung pemuda ini yang aku sukai.” Kusodorkan Hanponeku menunjuk wajah baru yang ada di akun Bos kami. “Ini mah satu bidang ama Teteh Neng, di bagian pemasaran. Tentulah kamu sering lihat punggungnya. Tapi siapa ya namanya?”
Keheningan datang lagi. Bukanya dapat solusi malah jadi keduanya mikir, bertanya-tanya yang entah ditujukan pada siapa. Perbincangan berakhir tanpa ada penyelesaian yang berarti. Perayaan hari jadi perusahaan berlangsung. Kali ini agak kesel, dipisahkan tugas dengan Teteh. Aku diutus ke perusahaan pusat dan Teteh di perusahaan cabang 12.
Berjalan gontai menuju ruangan acara. Langkah demi langkah seolah memendek, saat terhenti mata ini terbelalak lagi. “Ternyata sudah punya kekasih, syukurlah.” Gumamku lirih. Aku melihatnya asik ngobrol dengan mahasiswa yang sedang training di perusahaan. Ha ha ha ha, mungkin aku patah hati, melihat sosok yang pernah menggetarkan hati dan mendorong senyuman kini membuatku semakin malas untuk bekerja. Ingin aku bercerita pada rekan kerjaku yang lain, tapi tak mungkin hati ini percaya pada selain Teteh.
Acara selesai, di kamar aku berusaha menahan diri dan pikiran. Menahan utuk jauh dari hanpone agar tidak terpenuhi nafsu rasa yang menginginkan kepuasan. Hari-hari terus berlalu, aku mencoba mengabaikan rasa itu, namun terlambat sangatlah terlambat. Mataku telah menangkap sosok itu dan meletakkannya dalam hati yang luka dan mulai mengobati alau memenuhi kekosongan itu.
Tiba saat aku benar-benar tersiksa ingin mengetahui siapa dia. Dengan cepat kuperiksa contack hanpone dan mengirim sebuah foto dengan motion “Pak, siapa pemuda dalam lingkaran merah itu?” tanpa ada basa-basi dan rasa hormat yang terkalahkan dengan keinginan menggebu-gebu. Tidak langsung kudapatkan jawaban. Satu jam menunggu, “Oh, itu anak bimbingan saya waktu dia training dulu. Namanya Ahmad pembimbing perusahaan cabang 4 SM, orangnya baik, bertanggungjawab, soleh, tak play boy dan belum ada cewek yang serius.”
Serasa dunia ini menghentikan waktunya, membuatku berteriak meledakkan rasa gundah. Bos memang paling ngerti maksud dan tujuan siapa pun tanpa harus menggunakan pertanyaan yang benar-benar mengarah pada maksud yang sebenarnya. “kemarin, dia baru dari rumah pakai selandang mahir.” Lanjutnya. Aku udah mulai tak peduli dengan penuturan bos. Aku malah jadi salh tingkah seolah-olah si Bos melihat wajahku yang merah macam kepiting rebus. “Oooo, pantesan familiar wajahnya. Terima kasih Pak itinfonya.” Hanya itu yang bisa saya tulis. “kalau kamu mau, nantik saya kenalkan. Tunggu aja, bentar lagi dia chat kamu.” Timpalnya.
Aku benar-benar merasa malu, maksud dan tujuanku terbaca dan tertangkap dengan mudah oleh Pak Moyo. “Gak usah Pak, hanya ingin tahu namanya saja kok. Terima kasih lo ya Pak.” Ku letakkan hanpone dan ku tingal merapikan dan membersihkan tubuh. Benar saja, pukul sepuluh malam berbunyilah tanda pesan masuk. “P”, “P”,”P”,”P”, lebih dari lima kali, aku masih mengabaikannya. Teringatlah kata-kata terakhir Pak Moyo. Bergegas ku buka dan ku baca, tak butuh lama waktu yang kugunakan untuk mengenali pemilik nomor itu, sudah lekat betul wajahnya di hatiku Pak Ahmad.
“Pak, maaf. Pasti Pak Moyo yang paksa Bapak. Maaf banget pak.” Aku salah tingkah lagi, aku senyum sendiri dan menutup wajah tanpa henti. “yaaa ampuuuunn, kudu ngapain aku.” Bergumam tak tentu menghayal yang tak mungkin terjadi. “iya gak apa-apa, dipaksa si enggak. Cuman ada yang tanya katanya tadi.” Jawaban yang membuat aku putus asa. Cuek banget, tepat seperti dugaanku. “Gimana Ami, udah chat kamu apa belum si Ahmad. Bapak seneng kalo anak asuh bapak berteman akrab lebih seng lagi kalo jadi pasangan. Aamiin.” Itu sebuah puisi hebat yang menggoncangkan dunia pada akhir percakapan kami, berfikir bahwa dukungan udah mulai datang.
Waktu terus berlalu, semakin sering Mengganggu pak Ahmad. Sampai-sampai beliau merasa tidak pantas dipanggil bapak. Akhirnya kami sepakat menggunakan nama masing-masing sebagai panggilan akrab. “Teh, aku udah tau siapa dia Teh.” Aku semakin sering bercerita tentang Ahmad pada Teteh, sampai-sampai Teteh dan suaminya mendukung, walau pun si Aa masih belum percaya kalau aku udah move on.
Hari ini, aku mengungkap dan mengakui perasaanku pada sosok baru yang tak tahu tentang ini. Perasaan yang entah sampai akapan akan bersemayam. Perasaan yang bisa jadi hanya bertepuk sebelah tangan saja. Ahmad…… satu nama baru yang mulai Aku selipkan dalam sujud malamku ketika bermuhasabah dengan Allah.
Aku Bisa Apa
Rasa entah ap yg mengusik dada. Sesaat ada lalu pergi dan kembali. Entah sekedar singgah atau menetap selamanya.
Saat pertama melihatnya rasa itu ada. Lalu aku mencoba abaikan itu semua. Namun, tak terduga sangat tak kusangka. Rasa ini kembali ada.
Awalnya hanya ingin tau nama, tak ingin menumbuhkan atau mengembangkan rasa ini. Ternyata hati tak mampu mengendalikan dan asik membohongi diri. Mencibir bahwa bahagia itu ada dalam dirinya.
Semoga Allah menegurku saat rasa ini benar-benar terlarang untuk kumiliki. Menegurku sebelum aku pertaruhkan hidupku lagi. Aku takut terulang kedua kali. Allah cemburu dan murka padaku lalu mematahkan hatiku lagi.
Cukuplah Bagiku memiliki rasa ini tanpa ada yang tahu. Cukuplah bagiku, dari jauh memandang punggungmu. Itu sedikit melegakan.
Apa nama rasa ini? Entahlah, yang jelas aku ingin tetap diam memilikinya, walau berharap hadirlah dalam hidupku. ☺
Senin, 14 Agustus 2017
I Look To You by Whitney Houston
As I lay me down
Saat kuberbaring
Heaven hear me now
Surga dengarkanlah aku
I'm lost without a cause
Aku tersesat tanpa sebab
After giving it my all
Setelah kuberikan segalanya
Winter storms have come
Badai musim dingin tlah datang
And darkened my sun
Dan menghalangi mentariku
After all that I've been through
Setelah semua yang kulewati
Who on earth can I turn to
Pada siapa lagi aku berpaling
CHORUS
I look to you
Aku mengadu pada-Mu
I look to you
Aku mengadu pada-Mu
After all my strength is gone
Setelah habis dayaku
In you I can be strong
Di dalam naungan-Mu aku kuat
I look to you
Aku mengadu pada-Mu
I look to you
Aku mengadu pada-Mu
Yeah
And when melodies are gone
Dan saat irama hilang
In you I hear a song
Di dalam naungan-Mu kudengar sebuah lagu
I look to you
Aku mengadu pada-Mu
After losing my breath
Setelah berhenti nafasku
There's no more fighting left
Tak perlu lagi berjuang
Sinking to rise no more
Tenggelam dan tak lagi bangkit
Searching for that open door
Mencari pintu yang terbuka
And every road that I've taken
Dan setiap jalan yang pernah kulewati
Lead to my regret
Menuntun pada penyesalanku
And I don't know if I'm gonna make it
Dan aku tak tahu apakah aku kan temukan pintu itu
Nothing to do but lift my head
Tak ada yang bisa kulakukan selain mendongakkan kepala
CHORUS
(my levees have broken, my walls have come)
(Tanggulku tlah runtuh, dindingku tlah datang)
Coming down on me
Menimpaku padaku
(crumbling down on me)
(Menimpaku)
All the rain is falling
Hujan turun deras
(the rain is falling, defeat is calling)
(Hujan turun deras, kekalahan memanggil)
Set me free
Bebaskan aku
(I need you to set me free)
(Kubutuh Engkau tuk bebaskanku)
Take me far away from the battle
Bawa aku jauhi pertempuran ini
I need you
Aku butuh Engkau
Shine on me
Sinarilah aku
CHORUS
yeah
I look to you
Aku mengadu pada-Mu
oooooooh
I look to you
Aku mengadu pada-MU
Kamis, 03 Agustus 2017
Menyambut Dirgahayu Indonesia
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Mumpung agustusan, monggo disimak...
anda akan terkagum-kagum
🇮🇩MISTERI DIBALIK NAMA *"INDONESIA"*
🇮🇩Pernahkah Kita Menghitung Angka dari
Kata "INDONESIA" ???
🇮🇩SUBHAANALLAH,
Akan di dapat Keajaiban yang luar biasa,
🇮🇩Mari, Kita coba Hitung :
Abjad = Urutan Angka
I : 9
N : 14
D : 4
O : 15
N : 14
E : 5
S : 19
I : 9
A : 1
🇮🇩Dari Semua Angka, yang Muncul Hanya
Angka "1-9-4-5",
Tdk ada angka 2,3,6,7,8
🇮🇩Tentu ini Bukan Kebetulan...
Ini adalah Kehendak dan Karunia dari ALLAH SUBHAANALLAHU WA TAÀLA.
🇮🇩Mari Coba Kita Jumlahkan semua Angka dari
Kata "INDONESIA", jumlahnya "90",
🇮🇩Dalam AL QURÀN,
Surat ke-90 adalah
Surat Al-Balad,
yang Artinya "NEGERI"
🇮🇩Tentu ini Bukan Suatu
Kebetulan ini semua Karunia yang Luar Biasa dari Allah Subhaanallaahu wa taàla.
🇮🇩Mungkin ini Juga Jawaban pada HADITS ROSULLULAH
yang Mengatakan Bahwa akan ada Negeri di atas Awan Bernama
Samudra...
yang di-Kelilingi Air dan menghasilkan Banyak Ulama...
Ternyata Negeri itu adalah...
🇮🇩*INDONESIA*- Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur
🇮🇩*Mari Indonesiakan Indonesia kita* jangan sia-siakan...
mari kita wujudkan Rohmatan lil 'alaamiin...
🇮🇩Wallahu a'lam Bis Shawab
"MERDEKA...."
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩Benarkah nama negara kita INDONESIA diberi nama sesuai dgn akronim para WALI SONGO?
1. I Ibrahim Malik (Sunan
Gresik)
2. N Nawai Macdhum (Sunan
Bonang)
3. D Dorojatun R Khosim
(Sunan Drajat)
4. O Oesman R Djafar Sodiq
(Sunan Kudus)
5. N Ngampel R Rahmat
(Sunan Ampel)
6. E Eka Syarif Hidayatullah
(SunanGunungJati)
7. S Syaid Umar (Sunan
Muria)
8. I Isyhaq Ainul Yaqin
( Sunan Giri)
9. A Aburahman R Syahid
(Sunan Kalijaga)
Jumlah huruf INDONESIA 9 sesuai dgn jumlah Wali/Alim Ulama dikala itu = WaliSongo atw 9 Wali.
Wa Alloohu a'lam
🇮🇩🇲🇨 *MERDEKA* ✊🏼✊🏼
Sabtu, 01 Juli 2017
01072017
Tidak sedikit orang yang mengabaikanmu. Tetaplah tersenyum dan bersabar. Allah selalu bersamamu.
Selasa, 18 April 2017
Tawaqltu Alallah
Menantimu hingga kini
Merindumu sampai nanti
Memelukmu untuk kumiliki
Menginginkanmu walau takkan pernah terjadi
Jangan menatapku benci
Hati ini telah sepi
Melepasmu bukan yang ku cari
Walau selau terus dan lagi tersakiti
Singgahsana indah darimu
Kulepas dan kuserahkan pada Ilahi
Mencintaimu bukan ingin memiliki
Mencintaimu menerima takdir ilahi
Sabtu, 01 April 2017
Haruskah
Haruskah ku tunjukkan pada dunia?
Aku menangis merasa diadili.
Aku berusaha sekuat mungkin menahan semua ini.
Aku rapuh, kekuatanku rapuh termakan masa.
Rapuh kehilangan penopang tubuhku.
Hanya bisa terdiam menahan pedihnya goresan kehebatan cinta.
Aku terluka, memaksakan diri tuk menyakitimu.
Suherman, harapan sebagai tempat pelabuhan terakhir dalam hidupku.
Suherman, namamu hampir pudar
Membuatku sulit menemukan dimana posisimu.
Selasa, 31 Mei 2016
Sesalku
Astghfirullah. . .
Ampuni segala dosa atas kesalahan yang telah ku perbuat ya Allah. Setitik air mata yang jatuh ke pipiku menyadarkan betapa kecilnya hatiku untuk menerima segala kehendak-Nya.
Hari ini aku belajar dari ketabahan dan kesabaran seorang anak kecil yang besekolah di tempatku mengajar. Usianya baru tujuh tahun, memiliki dua saudara dan seorang ibu yang menderita sakit jantung. Hari-harinya teramat sulit ia lalui, hampir semua teman di kelas menjauhinya.
Inalillahi wa inaillahirojiun, perjalanan hidup yang dilaluinya kini harus tanpa ayah. Kehidupan yang memerlukan kerja keras dan sungguh-sungguh. Kuatkan dia dan keluarganya ya Allah.
Hari ini, Allah mengetuk hatiku dan menunjukkan betapa kecilnya hatiku menerima takdir. Aku selalu mengeluh, selalu menangis dan menganggap Allah tidak adil.
Hari ini, Allah menarik langkahku untuk menginjakkan kaki di depan rumah kecil, haya ada satu ruangan. Jelas terlihat, semua aktifitas dilakukan di situ.
"Kedatangan kami ke sini bermaksud untuk mempererat tali persaudaraan kita, Kami selaku keluarga besar SD Negeri ... juga mengucapkan turut berduka cita atas musibah yg menimpa keluarga Ibu. . . ., mudah-mudahan Allah memiliki rencana yang indah kedepannya, aamiin." Rangkaian kalimat yang terucap dari mulut Kepsek itu membuat semua guru terdiam dan mata berkaca-kaca.
Astaghfirullah, aku menyesal telah mengeluh, aku malu pada anak kecil yang berhati besar dan lapang itu. Ya Allah, kuatkan dia dan keluarganya ya Allah. Aamiin.
Senin, 07 Maret 2016
Rapuh
Senin, 22 Februari 2016
Inikah Keadilan Mu Tuhan
Sudah lama aku tak menyapa dan menulis di blog yang biasanya menjadi buku harianku.
Hari ini, aku merasa sedikit kelelahan karena pekerjaan yang aku jalani sebagai operator di sekolah.
Sedari kemarin aku sudah berniat menumpahkan segala kesedihan dan kebahagiaan yang aku rasakan. Kebahagiaanku berawal pada tanggal 17 Oktober 2015 karena wisuda ku. Kebahagiaan terus berlanjut pada tanggal 17 November 2015, ya aku ditunang oleh kasihku Herman. Mungkin ini keadailan dari Tuhan, belum genap satu bulan pertunanganku Tuhan menguji ku. Tuhan mengujinya, menguji keluargaku dan menguji keluarganya.
Awalnya dia di fonis terserang gejala hepatitis. Seminggu menjalani perawatan di puskesmas dan akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit daerah. Kekecewaan dan amarah hadir mengusik hatiku. Selama satu minggu difonis terserang gejala hepatitis dan meminum obat untuk mencegah hepatitis, tapi ternyata dia terserang DBD. Aku marah, aku kesal kenapa harus salah fonis. Kini dia harus sering kontrol ke RSUD Arifin Achmad setelah hampir lebih dari tiga bulan pulang-balik dan menjalani rawat inap. Sekarang dia menderita anemia aplasi. Sebagai calon istri, aku hanya bisa memberi semangat kepada orang yang aku sayang.
Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuknya. 167 kantong darah sudah ditransfusi ke tubuhnya, sekarang kondisinya Alhamdulillah sudah mulai membaik. Semoga akan terus membaik dan sembuh. Semoga Tuhan mengizinkan kami hidup bersama, agar kami bisa beribadah bersama-sama. Semoga doa tulus dari semua keluarga dan teman-teman dikabulkan Tuhan. Terimakasih buat semuanya. Ayang, terus semangat, yakinlah Tuhan akan memberi ayang kebaikan. Aamiin.
Minggu, 17 Mei 2015
No Romantic
Terlintas kenangan manis bersama teman-teman saat masih di
bangku putih dongker. Hem, aku
seperti ini karena laki-laki yang membuatku nyaman sejak mengenalnya. Aku merubah
penampilan menjadi lebih feminim mengikuti keinginannya yang tidak menyukai
wanita tomboy. Perlahan rambut pun ku biarkan panjang sebahu, rajin memakai
bendo dan jepit rambut warna-warni, memakai anting layaknya wanita. Dia menerangiku
selama ini.Sabtu, 16 Mei 2015
Catatan Dafari Hirotama
Kepergianku tak akan pernah membuat dia
kembali pada posisi tempatnya berdiri hari itu. Aku terlalu melukainya. Aku tak
berdaya melepasnya, tapi apa yang harus ku lakukan? Aku hanya akan membuatnya semakin
terluka jika tetap bertahan di sisinya.Dafari Hirotama, akan segera meninggalkan Negeri Sakura yang indah. Amerika adalah tujuan utamaku. “Mika, tetaplah berdiri kokoh seperti saat belum bertemu aku.” Aku meninggalkan selembar kertas dengan tulisan itu di dalam sebuah botol yang aku tanam di bawah pohon sakura di tepi sungai. Ya tempat awal aku bertemu dengannya, aku akan selalu mencintai langit birumu.
September
2009
Moshi
moshi Ibu…
Usiaku kini sudah lebih dari 22th, aku ingin menjalani hidupku yang seutuhnya. Aku ingin pergi dan tinggal di Indonesia bersama ayah. Don’t worry, aku akan menjengukmu sekali dalam setahun. Aku ingin menjaga ayah seperti yang ibu inginkan. Ibu harus bahagia bersama adikku di situ, tak perlu khawatir ayah pasti akan mengajariku beradaptasi di sana, sama seperti saat ayah membantu ibu beradaptasi dengan lingkungannya dulu.
Love
U
Hiro
|
Semakin sering ku seberagi jembatan itu
semakin damai aku menjalani hidup. Sekian lama aku melakukan aktivitas itu, aku
baru tersadar bahwa jika aku datang lebih awal dari waktu biasanya aku akan
melihat pemandangan yang sangat indah dari bawah sakura di tepi sungai. Yah,
itu benar, pemandangan yang lebih indah dari dugaanku sebelumnya. Ku lihat
sosok wanita cantik dengan tas kecil yang disandangnya. Awalnya hanya iseng
memotretkan cameraku ke arahnya, tapi semakin sering kulakukan pemandangan
indah di hadapanku tampak janggal tanpa kehadiran wanita itu.
Ku buka mata, Mika berada di sampingku
tertidur dengan menggenggam tanganku. Ternyata aku koma sudah lima hari, cahaya
itu adalah mobil truk yang menabrakku. Aku hanya luka tak berarti di bagian
lutut dan siku, tapi dokter memberi tahuku agar segera kerumah sakit jika
kepalaku pusing setelah keluar dari rumah sakit. Mika mengantarku pulag bersama
ibu dan ayah baruku. Waktu terus berlalu hingga aku lulus sekolah.




